Senin, 23 Juli 2018
DAPAT PUISI
Saat itu hari dimana aku belum terbiasa tanpa hadir dia di depan aku , karena dia sudah tidak berkerja lagi disini , biasanya aku suka liat dia naik tangga , dan biasanya dia ada di depan aku duduk , atau disebalah aku , atau setiap dia mau ngambil minum selalu liat aku , dan setiap istirahat dia disini , dan itu terasa singkat banget dan nyesel kenapa dulu aku sebenci itu sama dia . nah pas 2 hari dia ninggalin kantor dia chat aku dengan bilang “ cha ambil papan gua di meja , itu gua buat puisi buat lu , cepetan nanti keburu di ambil orang “ dan aku pun langsung mengambilnyaa , dan ternyata bener di papan dia ada beberapa puisi singkat yang isinyaa …
“ *Tangerang* Pagiku masih sama , masih terus merindukanmu , meski kau tak pernah pedulikan itu “
“ *Mimpi* adalah malam , yang akhirnya memaksaku untuk terpejam , terlelap menahan rindu , dan berharap ada hadirmu dimimpiku “
“ *Rindu* benar kata dilan , rindu itu berat , tapi bagiku rindu itu segalanya tentangmu “
“ *9 Mei 2018* sudah waktunya mati lampu , tutup mata dan mulai mencintainya , karena esok , aku hanya bisa mengagumi , tanpa bisa di cintai”
“ *ngantuk* tidurlah , sebab esok aku harus bangun pagi pagi untuk mulai merindukanmu lagi . “
“*status* dekat iya , jauh tidak mau , lalu kita ini apa ? dan aku ini siapa ? “
Nah itu beberapa puisi singkat yang katanya dia bikin buat aku waktu masih berkerja disini , ya terharu si sweet banget , tapi jujur menurut aku ada yang janggal dari kata kata puisi itu , seperti kaya bukan untuk aku , kaya untuk seseorang yang pernah dia dekat dulu tapi entaah , aku menghargai tulisan dia yang katanya buat aku . jadi itu puisi ada di kertas bekas print out spectro dan aku gunting kecil kecil dan aku tempel ke kertas yang berwarna pink dan dirumah aku bingkai untuk di pasang di kamar aku . dan itu menurut aku lebih bermakna dari pada kado yang dia kasih di hari ulang tahun aku . hehehe
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar