Rabu, 24 Juli 2019

Teruntuk ibu dari pria yang aku cintai

Teruntuk ibu dari pria yang aku cintai Bolehkan aku memanggilmu ibu ? Kali ini saja . Bu , aku ingin memperkenalkan diriku terlebih dahulu , aku hanyalah wanita yang terlahir dari keluarga sederhana , bukan dari keluarga yang status sosial yang tinggi , dan bukan pula dari keluarga dengan paham agama yang kuat , aku hanya wanita biasa yang sedang berproses menjadi wanita solaha , Bu , terima kasih karena telah melahirkan putramu kedunia ini , kau tau ? Aku sangat mencintai semua hal yang berkaitan dengan putramu , tentang aku yang mencintai putramu , akupun tidak tahu bagaimana cara Tuhan membuatku sejatuh ini padanya . Pertama kali dekat dengannya , aku tidak tau dia sebaik itu dan mempunyai cinta yang hebat seperti itu . Aku kira cintanya akan sama seperti laki laki yang lain , yang datang , kenal , bosan lalu pergi . Nyatanya dia hebat Bu, karena bertahan dia luar biasa karena tetap tinggal . Ibu tau ? Kenapa aku sebutnya hebat ? Karena cinta kami di uji oleh keluarga kami sendiri . Kami di jatuhkan lalu di tenggelamkan . Dan tidak jarang ibu ikut juga berpartisipasi meruntuhkan hubungan baik yang tulus yang kubangun untuk ibu lihat . Kalo orang lain mungkin sudah menyerah berkali kali , ini luar biasa berat Bu . Tapi putramu hebat Bu , berkali kali dia berfikir menyerah , tapi tetep bertahan . Bu ? Apa kau tahu putramu pernah menangis karena merindukanku ? Putramu pun pernah begitu bahagia karena mencintaiku . Aku tahu putramu pendiam jika ini tentang wanita , tapi Bu , apa kau tidak ingin tau kenapa dia punya rasa yang indah padaku ? . Aku bukan seorang putri dan keluargaku juga biasa saja . Tapi putramu begitu tulus denganku . Aku tidak ingin ibu bertanya langsung padanya karena aku tidak ingin dia menjawab baik baiknya saja tentang aku . Aku ingin kau mengenalku Bu , duduk berdua, mendengar cara bicaraku , mengenali tawa lepasku , yang lebih terdengar cempereng . Aku ingin kau melihatku saat aku jatuh, menangis, lalu mencoba berdiri lagi . Aku ingin kau melihatku merasa kalah tapi tidak menyerah , aku hanya ingin kau mengenaliku yang hanya seperti ini . Dan juga aku ingin kau tau bahwa disampingnya ternyata bisa jadi penenang putramu saat sedang marah . Dan aku ingin kau tahu bahwa aku yang hanya seperti ini ternyata bisa menjadi salah satu alasan putramu bahagia . Bahkan saat dia ingin menyerah tapi dia tetep berusaha tanpa menyakiti ibu . Buuu , bukankah bahagia putramu akan menjadi bahagiamu juga ? Dan tetakhir , Bu tolong kenali diriku lebih dulu .